May Day dan HARDIKNAS, SMI Serukan Aksi Serentak Nasional Melebur Bersama Gerakan Rakyat

SMI

Dalam momentum May Day dan Hardiknas 2017 Serikat Mahasiswa Indonesia menyatakan diri untuk melebur bersama buruh dengan tema besar “BURUH UNTUK RAKYAT” pada May Day yang digelorakan pada 1 Mei  dan turun aksi serentak  dengan mengusung “Pendidikan Untuk Rakyat” pada Hari Pendidikan Nasional di tanggal 2 Mei.

Serikat Mahasiswa Indonesia sebagai alat perjuangan mahasiswa yang menyatakan dirinya bagian dari rakyat dan sejak kelahirannya melebur bersama rakyat akan menggerakkan seluruh massa anggota yang tersebar di 29 kota di Indonesia dalam gelora perlawanan May Day dan Hardiknas dengan menyerukan Persatuan Gerakan Rakyat dalam membangun Alat Politik Alternatif.

Sekretaris Jendral Komite Pimpinan Pusat SMI, Sulton Umar menegaskan bahwa rakyat di berbagai sektor (Buruh pabrik, buruh kantor, tani, nelayan, KMK dll) harus memposisikan dirinya sebagai kaum yang tertindas dengan membangun persatuan gerakan, dan tugas besar mahasiswa sebagai agen intelektual gerakan rakyat harus melebur bersama buruh, tani, nelayan, kaum miskin kota dan seluruh lapisan rakyat tertindas hari ini dengan memberikan edukasi, gagasan dan konsep alternative dalam mewujudkan tatanan masyarakat yang adil secara social, sejahtera secara ekonomi, demokrasi secara politik dan partisipatif secara budaya.

Sulton menilai bahwa mahasiswa hari ini sudah terilusi dengan sistem pendidikan yang menjauhkan mahasiswa dengan gerakan rakyat. “Mahasiswa jangan hanya sibuk mengurusi nilai akademik saja, setinggi apapun nilai IP mahasiswa tetap akan menjadi calon buruh upah murah. Jika tidak berjuang dari sekarang dengan merespon persoalan buruh, tani dan gerakan rakyat lainya agar cita-cita kemerdekaan 100% tidak menjadi bunga tidur. ” tandasnya. Dia juga mengingatkan bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antara persoalan pendidikan dengan persoalan rakyat lainnya yaitu akibat keserakahan sistem kapitalisme yang menindas sehingga “memaksa” rakyat harus bersatu membangun kekuatan dalam memperjuangkan haknya.

Pendidikan merupakan pilar penting dalam kemajuan suatu bangsa yang juga akan mencerminkan arah bangsa kedepanya. Jika pendidikan diarahkan pada kepentingan kapitalisme maka tidak heran watak dan karakter generasi akan menjadi individualis, egois dan apatis terhadap persoalan rakyat. Yang ditanamkan hanyalah cara untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya dengan mengasah skill individu sehingga mengabaikan nilai social dalam diri peserta didik. Maka tidak heran dari sistem pendidikan yang bercorak capital hari ini akan lahir para pejabat yang korup, para dokter dan guru yang  tidak professional, hakim, jaksa dan penegak hokum yang bisa dibeli, buruh upah murah, petani tak berlahan, nelayan yang tidak memiliki hak atas lautnya serta kesenjangan antara si kaya dan si miskin yang semakin tinggi.

Maka hanya ada satu jalan bagi Negara hari ini agar dapat menjadi bangsa yang besar yaitu dengan mengubah sistem pendidikan yang bercorak capital dengan pendidikan yang gratis,  ilmiah, demokratis dan bervisi kerakyatan sehingga dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat dan melahirkan generasi yang peka social, dan tidak dapat dipisahkan dengan persoalan rakyat lainnya dengan mereforma agrarian sejati, membangun industry nasional yang kuat dan mandiri serta menasionalisasikan asset-aset vital dibawah control rakyat (CN)






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *