Aliansi Solidaritas Tolak Drop Out UP 45 : Refleksi ISD dengan mewujudkan Demokratisasi Kampus

Bangun Persatuan Gerakan Rakyat, Lawan Sistem Pasar Bebas, Lawan Kapitalisasi Pendidikan dan Wujudkan Demokratisasi Kampus!!

SMI Jogja DOC.

SMI Jogja DOC.

Serikat Mahasiswa Indonesia Cabang Yogyakarta yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Tolak Drop Out UP 45 menyerukan untuk melawan Kapitalisasi Pendidikan dan Mewujudkan Demokratisasi Kampus dalam refleksi International Student Day yang jatuh tepat pada 17 November hari ini dengan melakukan aksi massa di beberapa titik di kota Yogyakarta.

Aksi dimulai sekitar pukul 14.30 WIB di Parkiran Abu Bakar Ali yang kemudian melakukan longmarch menuju kantor DPRD Yogyakarta sambil menyampaikan orasi politik masing-masing perwakilan organisasi yang tergabung didalam Aliansi Solidaritas Tolak Drop Out UP 45. Namun sekitar pukul 15.30 massa aksi sempat diintimidasi oleh keamanan sehingga terjadi adu mulut antara massa aksi dengan oknum keamanan.

Dalam orasinya massa aksi menuntut penyelesaian kasus Drop Out Mahasiswa Universitas Proklamasi 45 yang dianggap sebagai tindakan anti demokrasi dalam dunia pendidikan dan menuntut kepada pihak rektorat UP 45 agar segera mencabut status DO mahasiswa serta menjamin berlangsungnya kebebasan berpendapat, berekspresi dan berorganisasi di lingkungan kampus.

Fatur, ketua SMI Cabang Yogyakarta menilai bahwa dunia Pendidikan seharusnya merupakan ruang ilmiah bagi peserta didik terutama Mahasiswa dalam mengembangkan nalar kritisnya. “Pendidikan hari ini, terutama dalam lingkungan kampus telah menjadi penjara bagi mahasiswa yang ingin membebaskan dirinya dari belenggu penindasan” ungkap fatur. Dia menambahkan bahwa pengekangan demokrasi dan pembatasan ekspresi mahasiswa dalam mengawal kebijakan kampus akan berdampak pada tidak terkontrolnya arah pendidikan yang memanusiakan manusia. Hal ini tentunya berawal dari liberalisasi pendidikan yang menjadikan pendidikan sebagai komoditas perdagangan yang menganut prinsip untung-rugi.

“Jika pendidikan sudah dikomodifikasi maka yang menjadi korban adalah mahasiswa itu sendiri” seru Fatur dalam orasi politiknya. Semangat liberalisasi sektor pendidikan yang dilegitimasi lewat berbagai regulasi seperti UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU no 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi, Permenristek no. 39/2017 tentang UKT dan BKT, SE Dikti no 26/2002 tentang larangan aktifitas politik di lingkungan kampus, dan serangkaian regulasi lainnya merupakan bukti bahwa negara telah melepaskan tanggung jawab pendidikan kepada pasar.

Aksi kemudian berlanjut menuju titik nol untuk melakukan mimbar bebas disertai orasi politik secara bergantian oleh perwakilan organisasi. Setelah melakukan orasi politik secara bergantian, mimbar bebas di akhiri dengan penyampaian statement Aliansi Solidaritas Tolak Drop Out UP 45 terkait Refleksi International Student Day oleh Kordum yang secara umum memuat sikap Aliansi mengecam segala bentuk tindakan pengekangan demokrasi serta menyerukan kepada seluruh mahasiswa dan rakyat Indonesia untuk membangun persatuan dalam melawan sistem kapitalisme. (cn)






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *