Aliansi Lintas Juang Demokrasi : Intoleransi Agama Adalah Kepentingan Elit Politik Borjuasi Memecah Belah Rakyat

Aliansi Lintas Juang Demokrasi mengecam Intoleransi Agama

Aliansi Lintas Juang Demokrasi mengecam Intoleransi Agama

Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Lintas Juang Demokrasi (SMI, PMKRI, GMKI, PEMBEBASAN, IMM, PMII, PPI, PPRI, LSS, SEKBER, BEM APMD) dan individu pro demokratis lainnya melakukan aksi massa dengan mengusung isu Intoleransi Beragama yang marak terjadi menjelang PILKADA Serentak 2018 dan Pemilu Borjuasi 2019.

Aksi yang dilakukan pada tanggal 16 Februari 2018 kemarin, dimulai sekitar pukul 14.00 WITA dengan menyanyikan lagu darah juang dan longmarch menuju gedung DPR sambil menyampaikan sejumlah orasi. Setelah menyampaikan orasi, kemudian aksi dilanjutkan menuju kantor Gubernur dan berhenti untuk menyampaikan orasi dan sikap politik terkait dengan intoleransi yang semakin marak terjadi akhir-akhir ini.

Massa Aksi membacakan statement terkait intoleransi agama dan represifitas terhadap gerakan rakyat

Massa Aksi membacakan statement terkait intoleransi agama dan represifitas terhadap gerakan rakyat

Aliansi Lintas Juang Demokrasi menilai bahwa beberapa tragedi intoleransi agama yang terjadi seperti penyerangan terhadap gereja St. Lidwina di Sleman, penyerangan oleh ormass intoleran terhadap Yayasan Kajian Filsafat Islam dan Mistisme RausyanFikr Institute di kaliurang-Sleman, Jemaat Santo Fransiscus Agung Gereja Banteng yang diserang sekelompok pria bersenjata tajam, lalu pembubaran pemutaran film ‘Senyap” di kampus UIN Sunan Kalijaga oleh Ormass Intoleren dan berbagai praktik pengekangan aktifitas intelektual maupun beragama lainnya merupakan bentuk pelanggaran HAM berat yang dengan sengaja dibiarkan oleh Negara.

Dalam orasinya, massa aksi mengecam upaya pihak yang membangun konflik horizontal sehingga rakyat tidak mampu melihat secara objektif situasi ekonomi – politik yang semakin menempatkan rakyat dalam jurang kemiskinan dan pembodohan semakin dalam. “Kasus ini bukanlah sekedar intoleransi agama, tapi telah memutasi kontradiksi kelas dalam membaca realitas sosial yang menindas rakyat” ucap Miki, Ketua SMI Cabang Yogyakarta. Miki juga menjelaskan bahwa system ekonomi kapitalis yang diusung oleh Negara dalam pembangunan semakin memiskinkan rakyat lewat berbagai regulasi seperti penggusuran yang terjadi di Kulonprogo-Yogyakarta, Kampung Polgar-Jakarta, dan berbagai daerah yang tidak memperhatikan hak hidup rakyat.

Setelah menyampaikan sejumlah orasi, aksi dilanjutkan dengan melakukan longmarch menuju Pasar Bringharjo untuk mengkampanyekan penolakan terhaap isu intoleransi dan setelah itu Aliansi Lintas Juang Demokrasi melanjutkan aksi massa menuju titik 0 KM dengan menyampaikan Statement dan sikap politik dalam mengawal proses demokrasi serta mengecam berbagai bentuk represifitas terhadap perjuangan rakyat dalam melawan system penindasan Kapitalisme. (CN)






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *